Selasa, 23 Oktober 2012

Ini bukan puisi untuk Tuhan

Cerita untukMu Tuhan

Bisakah hati ini disaat senang dan sedih selalu mengingatmu, Tuhan?
Tanpa rasa malu ku ingin bercerita kepadaMu tentang kegalauan hati ini. Masih pantaskah jika aku bercerita sedih kepadaMu Tuhan? 

Ada kalanya saat aku mencintai seseorang dengan hati yang mendalam..
Mungkin ini yang dikatakan 'separuh hidup' ku untuknya karena dari awal ku melihat mentari sampai kulihat bintang di langit, selalu ada wajahnya dipikiranku. 

Namanya yang selalu ada disetiap hentakan jantung ini.
Aku terus memikirkannya tanpa bosan walau aku tidak pernah tau isi hatinya padaku apakah sama seperti aku kepadanya. Tuhan, bolehkah aku sedih jika dia ternyata tak pernah mencintaiku?

Tuhan, apakah ini terlalu berlebihan untuk seorang aku yang mencintainya?
Bila memang ini tak pantas aku tulis untukMu Tuhanku, bawa saja tulisan ini pada seorang yang tepat bagiku dariMu.

Tuhan, keinginanku hanya terdapat padanya, jika semua itu hanya harapan tak indah pada waktunya tolong aku Tuhan! Jauhkan dia dari pandanganku, dari ucapanku, dari pikiranku, dari hatiku, dan dari harapan yang pernah kusandarkan padanya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar